Kamis, 12 Juni 2014

suara emas zee

"Rel, lihat deh! Itu anak baru, ya? Mukanya cantik banget, ya?" kata Alea. Oh, ya namaku Farel. Menurutmu, aku perempuan atau laki-laki? Kalau kau menjawab perempuan, kau betul. Aku bingung, mengapa aku yang perempuan diberi nama Farel tetapi adikku yang laki-laki diberi nama Kinta.
"Iya," jawabku. Tak lama kemudian, bel berbunyi. Anak baru itu, duduk di kursi paling belakang. Ih, padahal di belakang ada banyak cecak dan kecoak.
Bu Sirna, masuk ke kelas. Bu Sirna mempersilakan anak baru itu memperkenalkan diri. Dengan agak enggan, dia maju ke depan kelas.
"Silakan memperkenalkan diri," kata Bu Sirna.
"Ehmm.. Hai namaku Zee Sellia Zoe. Aku biasa dipanggil Zee. Umurku sama seperti kalian. Sekian," katanya cepat-cepat. Dia berbicara dengan volume kecil.
"Em, mungkin kau harus tersenyum," kata Bu Sirna agak canggung.
"Oke," kata Zee langsung tersenyum simpul. Sedetik kemudian dia langsung menghapus senyumnya dan berlari ke tempat duduknya. Anak aneh. Padahal, kelasku terkenal kelas heboh dan paling gaul.
"Baiklah. Besok akan ada test menyanyi. Kalian dapat menyanyi lagu bebas," kata Bu Sirna.
"Yah," kata anak-anak sekelas. Memang kelas ini terkenal sebagai kelas yang seluruh muridnya tidak bisa menyanyi. Setiap menyanyi selalu sumbang suaranya. Tampak seraut muka senang di muka Zee. Dia tersenyum. Aku melihatnya. Begitu, aku melihatnya dia menghapus senyumnya dan mukanya kembali datar tanpa ekspresi.
*Esoknya*
"Baiklah, nomor absen pertama. Agus."
Agus menyanyi seperti biola rusak. Nomor selanjutnya pun begitu. Sampai nomor absen terakhir, Zee.
Zee menyanyikan lagu buatannya sendiri. Zee membuat satu kelas terhenyak. Suara yang merdu membuat sekelas membuka mata. Tak ada yang terkantuk-kantuk kembali. Mendengarkan melodi lagu Zee yang sangat-sangat indah, membuat kami berpandangan.
"Sekian!" katanya. Terpampang rasa senang di mukanya.
"WOU! HEBAT BANGET! SUARANYA KAYAK DIVA!" kata Joane.
"Em, terima kasih!" jawabnya.
Kini setiap hari murid kelas kami belajar menyanyi agar suaranya seperti diva. Dan akhirnya, Zee mempunyai sobat karib, yaitu aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar